Sudut yang tak terlihat

Teringat satu masa

Saat melihat dari sudut yang tak terlihat

Terhenyak dan begitu terhenyak

Ada seonggok rasa tertahan dalam dada

Kesal, marah, sedih, apalah itu

Bercampur dan membuatku ingin kabur

 

Cukup!

Aku tahu

Aku tahu ini akan membuatku mati kutu

Aku tahu begitu sulitnya di sisi itu

Aku tahu

 

Seolah seperti tikus yang tersudut

Bertahan diantara kerumunan kucing

Yang siap mengamuk

Yang akan mengoyak-ngoyak

Apapun yang ada di depannya

 

Lalu

Haruskah ku sesali?

Rasa yang terlanjur terjadi?

Yang senantiasa hadir menyertai?

 

Tahukah?

Semua terlihat jelas di sudut itu?

Sadar, lewat mata dan kepalaku

Tak ada yang tertutupi

 

Kupejamkan mata

Menganalisis, merasakan dengan penuh kepayahan

Menyimpulkan setiap perjalanan

 

Mungkinkah…

Hingar bingar menutup mata batin

Penuh keceriaan hingga tak hiraukan sekeliling

Menjadi pembenaran setiap perlakuan

 

Ah…

Masihkah berguna bantahan itu?

Yang takkan pernah mampu

Mengobati yang telah terjadi

 

Aku butuh air

Bukan sebatas melepaskan dahaga

Tapi bisa menjernihkan pikir ini

Juga menghilangkan kotornya prasangka dan praduga

Air itu adalah rasa percaya

 

-ail-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s