Fanatisme yang Sehat dalam Sepak Bola

Berbicara tentang sepak bola memang tidak akan pernah ada habisnya. Apalagi berbicara tentang kompetisinya. Entah kompetisi dalam negeri (Indonesia) atau bahkan luar negeri (terutama liga-liga daratan Eropa), hampir semua orang membicarakannya. Dari mulai anak-anak kecil, pemuda, orang tua, laki-laki dan perempuan juga tak ingin ketinggalan perkembangannya.

Kalo dipikir-pikir sepak bola memang punya keunikan tersendiri. Apalagi di negeri kita ini. Sepak bola benar-benar unik. Rivalitas yang terjadi bukan hanya antar pemain dan tim di lapangan saja. Bahkan antar supporter (pendukung) tim di luar lapangan juga ikut ambil bagian. Memang seperti itulah sepak bola, hingga membuat banyak orang rela berkorban untuknya. Baik pemain, penonton pun pendukung membela habis-habisan tim kesayangannya masing-masing, sehingga melahirkan fanatisme terhadap tim tertentu.

Fanatisme dalam sepak bola di Indonesia akhir-akhir ini menjadi sorotan publik. Hal ini muncul karena berbagai persoalan dalam penyelenggaraan sepak bola itu sendiri. Entah itu permasalahan pendanaan, pembiayaan, penyelenggaraan pertandingan, persaingan antar tim dan antar supporter dan masih banyak lagi. Memang banyak cara yang dilakukan orang untuk menunjukkan sikap fanatismenya. Mulai dari yang positif sampai yang negatif.

Misalnya saja dalam menghadapi permasalahan pendanaan dan pembiayaan tim atau klub, fanatisme dapat dimanfaatkan untuk hal yang positif. Solidaritas dan rasa persaudaraan antar pemain, penonton, dan pendukung karena merasa senasib dan sepenanggungan ditunjukkan untuk mendukung tim kesayangan masing-masing. Mereka menunjukkannya dengan kegiatan-kegiatan positif seperti fund rising (penggalangan dana) melalui penjualan merchandise dan atribut tim, aksi-aksi sosial, touring pertandingan, melakukan agenda pertemuan rutin supporter (forum diskusi) untuk menampung aspirasi, upaya advokasi permasalahan calo tiket, bahkan hingga upaya memperluas basis dukungan melalui media jejaring sosial seperti facebook ataupun twitter dan masih banyak lagi. Barangkali melalui kegiatan-kegiatan seperti inilah bentuk dukungan itu bisa dikategorikan sebagai fanatisme yang sehat dalam sepak bola.

Fanatisme yang sehat dalam sepak bola dapat melahirkan kegiatan-kegiatan positif yang patut dicontoh dan dijadikan teladan oleh semua orang. Masyarakat akan respect, simpati dan mendukung kegiatan-kegiatan positif itu. Lambat laun kecintaan akan sepak bola semakin menjamur di masyarakat. Akan tumbuh anggapan bahwa sepak bola bukan hanya sebatas hiburan akan tetapi juga dapat menjadi sesuatu yang indah, damai, mengasyikkan, mendidik sekaligus bermanfaat untuk masyarakat.

Sebaliknya, lain halnya jika fanatisme yang dimiliki itu digunakan untuk hal-hal yang negatif. Misalnya dengan memusuhi orang-orang atau kelompok supporter lain secara berlebihan. Mengejek, mengolok-olok setiap bertemu lawan baik di lapangan, di stadion, di jalan, di toko, di mall, di restoran, di stasiun kereta api, di terminal, di bandara bahkan hingga di media jejaring sosial. Apalagi jika tim kesayangannya kalah, tak tanggung-tanggung bahkan sampai terjadi pemukulan, tawuran antar supporter tim, pembakaran fasilitas-fasilitas umum dan masih banyak lagi. Alih-alih mendapatkan simpati dan dukungan dari masyarakat banyak, yang terjadi adalah sebaliknya, mereka di cap sebagai provokator, pembuat onar, tukang rusuh dan lain-lain.

Bisa jadi mereka juga melakukan pertemuan secara rutin, akan tetapi pembahasannya kadang sedikit berbeda. Alih-alih membahas dan berdiskusi mengenai bagaimana caranya menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada dalam tim kesayangannya secara khusus maupun dunia sepak bola secara umum, malah membahas dan berdiskusi mengenai rencana bagaimana caranya memperlakukan sesuatu yang tidak baik terhadap supporter lain atau juga rencana membalas setiap perlakuan supporter lain yang melakukan sesuatu yang tidak baik pula. Akhirnya terjadilah fanatisme buta yang berbalut rasa dengki, iri, dendam dan penuh dengan permusuhan. Fanatisme seperti ini malah membuat iklim sepak bola menjadi tidak sehat.

Jadi, seandainya kita diberikan pilihan, kira-kira manakah bentuk fanatisme yang akan kita pilih? Semoga fanatisme yang sehat yang menjadi pilihan kita semua. Jayalah sepak bola Indonesia! Salam olahraga!

-ail-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s