Seuntai Maaf Untukmu Saudaraku

Saudaraku, dimanapun engkau berada. Pada kesempatan kali ini saya ingin memohon maaf. Mohon maaf jika selama ini belum bisa menjadi saudara yang baik, belum memaknai ukhuwah secara penuh sehingga ukhuwah kita bisa jadi hanya slogan semata. Saya yang tidak tahu dan mungkin terlalu tidak peduli bagaimana kondisi antum saat ini dan terlalu sibuk dengan urusan-urusan yang sangat teknis.

Maka pada kesempatan ini, saya ingin memenuhi hak antum sebagai saudara. Bagaimanakah kabar antum, wahai ikhwah fillah? Pertanyaan ini bukanlah sekedar basa-basi seperti yang mungkin kerap kali diucapkan dalam muqoddimah SMS-SMS jarkoman jika sudah lama tak berkomunikasi. Atau dalam kesempatan-kesempatan pada saat butuh bantuan. Sungguh, ini bukan basa-basi itu lagi. Ini tulus keluar dari dalam hati, sebagai saudara. Jadi, bagaimana kabar antum hari ini?

Mungkin kita selalu lupa mendo’akan saudara kita, sehingga ukhuwah ini begitu kering.
Tanpa disirami do’a-do’a harian kepada saudara kita yang lain.
Juga seringkali melupakan hak-hak ukhuwah.
Senyum yang terlontar kepada saudara kita kurang tulus.
Sapaan kita seringkali pedas, diwarnai oleh dzhon.
Pertemuan dan perpisahan kita mungkin bukan karena Alloh SWT.
Bahkan mungkin hanyalah sebuah formalitas belaka.
Komunikasi kita hanya terjalin ketika kita butuh.
Kita tidak pernah benar-benar tulus menjalin persahabatan dan persaudaraan.
Do’a untuk saudara kita kurang khusyu’. kurang ikhlas.

Saudaraku, kita mungkin telah bosan dan sangat lelah.
Tapi yakinlah, akan ada amal-amal yang menjadi pemberat amalan kita di yaumil akhir kelak.

Ketika lelah. Istirahatlah dalam khusyuknya sholat.
Ketika bingung, berkonsultasilah pada Alloh SWT, Dzat Yang Menguasai semua keadaan.
Cobalah temukan jawaban dalam ayat-ayat Cinta-Nya, dalam Al-Qur’anul Karim.

Kita adalah makhluk yang lemah, sedangkan Allah Yang Maha Kuat.
Laa Haula wa laa quwwata illa billah.
Mohonlah senantiasa kekuatan hanya pada-Nya.
Kembalikan semuanya hanya kepada Allah ‘Azza wa Jalla.
Bermimpi meraih jannah-Mu sungguh kami tak pantas.
Hanya berharap akan ridho-Mu dalam usaha kami yang masih sangat terbatas.

Nilai sebuah do’a sesungguhnya bukan ketika do’a terkabul, tapi saat diri ini merasa lemah dan merasakan betapa agungnya kekuasaan Allah SWT.

-ail-

8 thoughts on “Seuntai Maaf Untukmu Saudaraku

  1. sama-sama ya akhiii….. wah blognya bagus niih.. (y).. blog ane cuma buat curhat..hehe
    oia, gimana bikin kayak tab antum tuh ….. misal : di ISU truz ada lagi : INTERNASIONAL, KAMPUS, DAERAH …. mau beresin blog kammda..keknya bagus klo tampilannya gitu… apa minta tolong antum aja? 🙂

  2. Masih newbie n masih belajar kok.. Lagi berusaha membudayakan menulis.. Soalnya menulis salah satu kelemahan ane yang harus diubah dan diolah..

    Coba aja cari di –> Tampilan –> Menu, terus coba aja bikin settingan menu di –> Menu Structure.

    Tapi kayaknya ada beberapa theme yg tidak bisa di setting seperti itu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s